• Diposting oleh: smabayan    08/11/2017 18:09
    Petualangan Seru Generasi Pecinta Alam Pibama

    Ekstrakurikuler Pecinta Alam Pasender Pibama makin hari makin okee saja. Terbukti dengan diadakannya kegiatan caving oleh Laskar-laskar Pibama yang demen banget mengeksplor alam

         Minggu, 15 Oktober 2017, ekstrakurikuler Pencinta Alam SMA Pius Bakti Utama atau yang akrab disebut PA PASENDER PIBAMA, mengadakan kegiatan caving (menyusuri goa). Kegiatan caving ini dilakukan di Goa Seplawan. Goa Seplawan merupakan salah satu goa di Purworejo yang berbatasan dengan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

          Para laskar PA Pasender memilih Goa Seplawan sebagai tempat caving karena keindahan dan kealamiannya. Dengan masih ditemukannya kehidupan kelelawar di dalam goa serta suhu udara yang lembab. Di sana juga banyak ditemukan stalagmit dan stalagtit yang semakin terlihat indah tertimpa cahaya lampu warna-warni. Untuk memasuki goa laskar harus melewati mulut goa yang sempit. Saat menyusuri goa lebih jauh lagi, goa menjadi semakin luas dan tinggi.

    Menurut informasi terpercaya, di dalam Goa Seplawan juga pernah ditemukan arca suami istri yang disebut Arca Kencana (arca artinya reca/arca dan kencana artinya emas). Beratnya diperkirakan 800 gram. Pada saat ini, arca tersebut telah disimpan di Museum Nasional Jakarta. 

    Goa Seplawan terpilih sebagai salah satu acara besar PA Pasender karena sesuai sebagai tempat caving bagi seorang pemula. Tingkat kesulitan penyusuran masih relatif mudah dengan rintangan yang tidak cukup berat, tetapi cukup menantang adrenalin. Goa ini tergolong luas sehingga kami mudah untuk menyusurinya walaupun jalan yang kami lewati cukup licin.

    Laskar Pasender Pibama melihat replika arca emas berukuran lebih besar dari aslinya saat hendak memasuki goa. Karena letak goa berada di bawah tanah, maka para laskar di bawah komando Bernadinus Intan K (Ketua I) dan Pak Agung (Pembina) harus menuruni tangga, memasuki celah serta melewati genangan air untuk menyusuri goa. Para laskar harus berhati-hati melewati jalan yang licin nan berkelok.

    Setelah berjalan beberapa meter ke dalam goa, mulai tampak stalagmit dan stalagtit. Ini terbentuk karena proses alami dari air hujan yang merembas ke sela-sela atas gua yang menetes bercampur dengan zat kapur sehingga membeku dan menggantung ke bawah selama berjuta-juta tahun yang lampau. Tampak sangat memukau sehingga membuat yang melihatnya ingin mengetahui keindahan dan misteri apa selanjutnya di balik dinding-dinding Goa Seplawan. Semakin dalam semakin membuat penasaran saja.

    Saat menyusuri goa, Laskar Passender juga diberikan permainan atau tantangan yang bertujuan untuk melatih emosional para laskar seperti menyebut nama dengan terbalik. Lalu. bermeditasi dengan menggunakan masker yang di ambil dari tanah yang ada di goa. Di samping itu, juga diajak untuk menulis nama di tanah dengan menggunakan salah satu bagian anggota tubuh yang membuat kegiatan ini menjadi semakin menyenangkan.

     Semakin ke dalam jalan yang dilalui menjadi sangat licin sehingga harus berhati-hati melewatinya. Sempat juga tergelincir beberapa kali. Namun, tetap bisa melewatinya dengan baik berkat perjuangan dan semangat pantang surut.

     

    Goa Seplawan hanya boleh dimasuki hingga kedalaman 750 meter karena bila menyusuri lebih dalam lagi, jalan yang dilalui akan lebih curam sehingga berbahaya bagi para pengunjung. Dengan tingkat penyusuran dan kondisi alam yang semakin sulit, maka dibutuhkan keterampilan tertentu dengan alat yang harus memenuhi standar caving. Kita lihat kedepannya apakah laskar Pasender Pibama mampu menunjukkan taringnya .....

    Setelah semua laskar PA  Pasender berkumpul pada satu titik, acara berfoto-foto ria digelar. Foto sana sini tak terelakkan. Akhir petualangan Laskar Passender ditutup dengan berjalan keluar goa secara bersama-sama. Dan ....serunyaa kami makan siang bersama. Meski bercampur keringat dan belepotan sana sini, tetap serbu dan sikat dengan lahap.

    Setelah puas berkeliling dan berfoto ria, laskar beranjak pulang dengan pengalaman yang tak terlupakan.

    Kita tunggu saja aksi aksi laskar PA Passender Pibama berikutnya. Yang tentunya makin asyik, makin seru, dan makin menantang. Buruan, ayo ikutan!!!

     

    Theodora Calista L.