SEJARAH
  • Pendirian SMP Pius Bakti Utama Kutoarjo bermula dari adanya kenyataan bahwa masyarakat Kutoarjo sangat membutuhkan Sekolah Menengah Pertama (SMP) karena cukup banyak lulusan Sekolah Rakyat (SR)/Sekolah Dasar. Dalam situasi tidak menentu dan kondisi dalam keprihatinan para suster dari kongregasi “ Dochters v.h. Koosbaar Bloed” di Kutoarjo (sekarang disebut Suster-suster Amal Kasih Darah Mulia (ADM), membuka sebuah Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kanisius pada tanggal 15 November 1946. Kanisius menjadi nama pertama sekolah ini dari tahun 1946 hingga tahun 1950. Kemudian sejak tahun 1950 nama tersebut diubah menjadi SMP Pius.

    Tahun 1982 Yayasan penyelenggara sekolah mengalami perubahan nama menjadi Yayasan Pius Bakti Utama, maka sekolah-sekolah di bawahnya juga menggunakan nama Pius Bakti Utama, demikian juga untuk SMP Pius menjadi SMP Pius Bakti Utama.

    Nama-nama yang berjasa dalam pendirian sekolah :

    Nama pendiri                                     : Zr. Amanda

    Nama Pendukung                            :

    1.                                                                                                       Sr. Maria Sriyatun Pangastuti

    2.                                                                                                       Sr. Celine

    3.                                                                                                       Bapak K. Soekardi

    4.                                                                                                       Bapak P. Prawirodirdjo

    5.                                                                                                       Bapak Yunus Hadiseputra

    6.                                                                                                       Bapak Basuki

    Pada awal berdiri SMP Kanisius mempunyai jumlah murid 8 orang. Jumlah murid sedikit karena sebelumnya ada Sekolah Menengah Islam. Dengan jumlah yang sedikit ini tidak menyurutkan semangat para pendiri tetapi justru menjadi tantangan tersendiri untuk lebih bisa menambah jumlah murid. Pada tahun kedua menjadi 15 murid.

    Pada saat clash pertama dan clash kedua sekolah sempat bubar, tetapi dalam pendudukan militer Belanda, sekolah diminta supaya buka lagi. Jumlah murid bertambah besar karena banyak pindahan dari sekolah-sekolah lain. Keslitan mulai muncul seperti kebutuhan buku-buku dan kesulitan tenaga pengajar. Pihak sekolah terus mengusahakan semua kebutuhan tercukupi.

    Tanggal 1 Juli 1950 nama SMP Kanisius diubah menjadi SMP Pius. Mulai tahun ini bisa dipetik hasilnya karena sekolah sudah meluluskan murid-muridnya. Keadaan sekolah membaik, guru-guru sudah memadai, buku-buku pelajaran sudah semakin banyak dan mudah di dapat.

    Tanggal 1 Desember 1951 SMP Pius menjadi sekolah bersubsidi sementara dari pemerintah daerah. Tanggal 5 November 1952 SMP Pius menjadi sekolah berubsidi tetap. Tahun 1982 Yayasan penyelenggara mengalami perubahan nama menjadi Yayasan Pius Bakti Utama sehingga sekolah di bawahnya juga menggunakan Pius Bakti Utama, demikian juga SMP Pius menjadi SMP Pius Bakti Utama.  Bukan hanya namanya yang berubah, gedung sekolahnya juga bertambah bagus dan ruang-ruangnya bertambah lengkap sesuai  kebutuhan.

    SMP Pius Bakti Utama sekarang cukup lengkap fasilitasnya seperti ruang kelas yang cukup memadi, ruang perpustakaan yang cukup banyak menyediakan buku-buku runag OSIS, ruang multimedia, ruang guru, ruang laboratorium IPA dan Bahasa, ruang Ketrampilan, tempat sepeda dan sepeda motor, lapangan futsal, lapangan basket, ruang band, ruang laboratorium Komputer dan lain-lain. Sekolah masuk pagi dari pukul 07.00-12.50. prestasi cukup banyak diperoleh baik akademis maupun nonakademis.

    Dalam upaya meningkatkan jumlah siswa dan mutu pendidikan terus diusahakan dengan berbagai cara antara lain dengan menanamkan pendidikan pada para siswa agar menjadi pribadi yang 3 C (Clever, Clear, Clean) dan berkarakter baik.